Pemandangan dari puncak Gunung Kaba menjelang siang hari.
Pemandangan dari puncak Gunung Kaba menjelang siang hari.

Tarif Pendakian Gunung Kaba

GUNUNG Kaba (1.937 mdpl) lebih akrab disebut Bukit Kaba karena kawasan sekitar puncaknya yang berbukit-bukit. Salah satu gunung berapi aktif tipe A di Pulau Sumatera ini menjadi gunung yang terpopuler di Provinsi Bengkulu. Pendakiannya hanya memakan waktu sekitar 2,5 jam- 4 jam.

Untuk mendaki ke puncak Bukit Kaba, setiap pendaki dikenakan biaya masuk. Registrasi pengunjung dilakukan di Pos Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan melibatkan warga Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Berikut tarif pendakian bagi yang ingin ke gunung ini :

Posko utama pendakian Bukit Kaba. Setiap pendaki diwajibkan melapor.

Posko utama pendakian Bukit Kaba. Setiap pendaki diwajibkan melapor.

Tarif Pendakian Gunung Kaba Berdasarkan PP Nomor 59 tahun 1998 dan Kepmen Kehutanan Nomor : 28/Kpts-II/2003

No. Jenis Pungutan Satuan Mancanegara Nusantara

1. Berkemah Orang/ Hari

  • Mancanegara Rp 15.000
  • Nusantara Rp 10.000

2. Pengunjung Orang

  • Mancanegara Rp 10.000
  • Nusantara Rp 1.500

3. Peneliti :

  • 1-15 hari Orang Rp 60.000 Rp 20.000
  • 16-30 hari Orang Rp 120.000 Rp 40.000
  • 1-6 bulan Orang Rp 150.000 Rp 100.000
  • > 1 tahun Orang Rp 300.000 Rp 150.000

4. Kendaraan Roda 2

  • Mancabegara Rp 1.000
  • Nusantara Rp 750

5. Kendaraan Roda 4

  • Mancanegara Rp 1.500
  • Nusantara Rp 1.000
Note:

Untuk informasi, di posko ini pendaki Gunung Kaba yang membawa kendaraan roda dua dan roda empat bisa menitipkan kendaraan dengan aman.
Jangan lupa mencatat nomor handphone posko, kali-kali aja nanti diperlukan.
Jika tidak ingin mendaki malam, juga bisa mendirikan camp di halaman pos tersebut. Bahkan jika ada yang sudah tidak kuat berjalan, bisa sewa ojek 🙂dengan membayar Rp 50 ribu per orang dengan melewati jalan aspal yang berbeda dengan jalur pendakian biasa. (**)

About the author

Komi Kendy

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *