Ibu-ibu warga Lempuing masih bersemangat usai senam sehat yang diselenggarakan di KBA Lempuing. Foto: Komi Kendy
Ibu-ibu warga Lempuing masih bersemangat usai senam sehat yang diselenggarakan di KBA Lempuing. Foto: Komi Kendy

KBA Bengkulu, Bangkitkan Semangat Menatap Masa Depan

Astra Internasional Tbk sudah mulai menggalakkan program Kampung Berseri Astra (KBA) sejak tahun 2013. Provinsi Bengkulu mendapat program ini baru dua tahun terakhir. Tepatnya sejak Mei 2017, Kelurahan Lempuing resmi menjadi KBA ke-55 di Indonesia. Bagaimanakah kondisi KBA Bengkulu setelah setahun berjalan?

Jumat siang (30/11) itu, kawasan RW. 03 Kelurahan Lempuing, Kota Bengkulu tampak lenggang. Mendung tampak bergelayut di langit. Beberapa ibu-ibu tampak duduk-duduk di teras rumah. Di rumah lainnya, ada yang sibuk mengangkut jemuran khawatir hujan segera turun.

Mobil yang saya kendarai bergerak perlahan menyusuri kawasan itu. Tujuannya mencari Ketua RT. 17 RW. 03. Ia merupakan Koordinator KBA di Bengkulu. Syahroni namanya.

Gerbang masuk menuju KBA Lempuing. Foto: Komi Kendy
Gerbang masuk menuju KBA Bengkulu dari arah Pantai Panjang. Foto: Komi Kendy

Tidak terlalu sulit menemukannya. Dari gerbang KBA Astra, melintasi sebuah jembatan lalu belok ke kiri. Nanti akan bertemu sebuah warung manisan. Di sana lah Roni tinggal bersama istri, anak dan orangtuanya.

Ada yang menarik perhatian. Sepanjang jalan saya mengamati rute yang dilalui. “Kok sekarang jadi bersih ya kawasan Lempuing ini? Jalannya juga sudah mulus,” batin saya.

Anggapan saya ini bukannya tanpa alasan. Bertahun-tahun lalu, kawasannya yang berbatasan langsung dengan pantai ini sebagian wilayahnya kurang tertata. Kebersihan dan sanitasi kurang terjaga karena wilayahnya masih terdapat banyak rawa-rawa.

Kelurahan Lempuing sendiri sebenarnya menjadi wilayah padat penduduk dari beragam kalangan. Ada kawasan yang menjadi tempat berdirinya rumah-rumah megah milik kalangan atas. Ada pula rumah dari warga kalangan menengah.

Namun tak sedikit diantaranya berdiri rumah warga dengan kelas ekonomi kelas bawah. Mereka inilah yang menempati areal dengan lingkungan kurang tertata. Kawasan ini pulalah yang setelah lama tak dikunjungi, sekarang lingkungannya sudah jadi lebih baik.

Sekarang jalannya sudah aspal mulus. Di kiri kanan ada pot bunga yang membuat jalanan lebih asri dan sejuk. Lampu jalanannya pun sudah mulai terpasang. “Ini yang sudah dipasang baru buat contoh. Mudah-mudahan akhir tahun sudah bertambah yang dipasang. Tahun depan lingkungan kami ini sudah terang saat malam,” ungkap pria yang akrab disapa Roni itu.

Roni menuturkan, Kelurahan Lempuing seyogyanya ada 22 Rukun Tetangga (RT). Namun menurut Roni, kawasan yang termasuk KBA Bengkulu hanya enam RT saja. Yaitu RT 11, 12, 13, 14, 15 dan 17. Semuanya masuk wilayah RW 3. Kenapa enam RT saja yang menjadi penerima program KBA dari Astra?

“Karena memang diantara wilayah RT lain, kawasan kami inilah yang masih kurang tertata. Masyarakatnya sebagian besar kalangan menengah kebawah. Pekerjaannya buruh, kuli bangunan, nelayan, ada juga pedagang,” jawab Roni.

Empat Pilar Astra

Koordinator KBA Bengkulu Sahroni menunjukkan lampu jalan dan pot-pot bunga untuk memperindah lingkungan mereka.
Koordinator KBA Bengkulu Sahroni menunjukkan lampu jalan dan pot-pot bunga untuk memperindah lingkungan mereka.

Di KBA Bengkulu kontribusi sosial berkelanjutan dari Astra yang fokus pada 4 pilar sudah dilaksanakan. Empat pilar yang dimaksud adalah Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bidang pendidikan, kesehatan, kewirausahaan dan lingkungan.

Seluruh kegiatan dilakukan secara berkesinambungan oleh Astra Affiliated Company (AFFCO) Bengkulu yang kini diketuai Region Head Astra Motor Bengkulu Budi Yanto. AFFCO terdiri dari delapan Anak Perusahaan dari Astra. Masing-masing Astra Motor, Toyota Astra Finance, FIF Group, Astra Credit Company, TRAC, United Tractors, Astra Graphia dan Asuransi Astra Buana.

Donasi untuk Panti Asuhan dan bazar sembako murah yang dilakukan di Astra Bengkulu
Donasi untuk Panti Asuhan dan bazar sembako murah yang dilakukan di Astra Bengkulu. Foto: Komi Kendy

Selain empat pilar, ada pula program lainnya. Seperti saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya ada pembagian sembako tebus murah yang diberikan bukan hanya untuk warga KBA Bengkulu di Lempuing saja. Tapi juga warga kelas menengah kebawah yang tinggal di Kelurahan Lempuing. Lalu ada donasi untuk Panti Asuhan dari Astra Corporation.

“Alhamdulillah, kegiatan berkesinambungan yang dilakukan Astra di kampung kami ini sangat memberikan manfaat. Mudah-mudahan kedepannya tetap berjalan,” ungkap Roni.

Pilar Pendidikan

Di bidang pendidikan, tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pemberian beasiswa pelajar, sosialisasi berkendara #CariAman, mengadakan lomba permainan tradisional pada momen 17 Agustus tepatnya saat merayakan Hari Kemerdekaan dan Trainning 7 Habbits bagi para penerima beasiswa.

Selain itu ada juga pemasangan WiFi di SMPN 12 dan penyaluran buku perpustakaan. “Pelajar yang dapat beasiswa jumlahnya 35 orang. Tingkat SD, SMP dan SMA,” ungkap Roni.

Setiap triwulan, 35 pelajar tersebut masing-masing menerima Rp 480 ribu tingkat SD, Rp 600 ribu tingkat SMP dan Rp 800 ribu tingkat SMA. Kriteria penerima dari keluarga ekonomi menengah kebawah.

Beasiswa ini disalurkan tiap tiga bulan sekali sepanjang tahun ini. Setelah mendapatkan beasiswa, para pelajar mengikuti Trainning 7 Habbits yang merupakan pembinaan bagi para penerima beasiswa.

“Jadi program beasiswa bukan hanya menyalurkan uangnya saja. Tapi ada pendampingan lanjutan kepada anak-anak penerima beasiswa. Sehingga mereka makin semangat belajar dan sekolah ,” jelas Roni.

Pilar Lingkungan

Di bidang lingkungan, yang sudah terlihat di KBA Bengkulu adanya penghijauan lingkungan desa. Lalu ada pelatihan kader lingkungan, pengadaan bak sampah organik dan non organik, pengadaan pot bunga, penerangan jalan, pengecatan garis jalan.

Ada pula lomba RT teladan (kebersihan dan penghijauan), pembangunan gapura dan peta KBA, marka penunjuk KBA dan pembuatan papan nama jalan.

“Cita-cita kedepan, kami akan buat taman bermain anak. Lahannya sudah disiapkan di depan sana. Sengaja dikosongkan untuk ditata,” ujar Roni seraya menunjuk lahan kosong yang jaraknya tak jauh dari kediamannya.

Pilar Kewirausahaan

Untuk bidang kewirausahaan, Astra sudah menyelenggarakan pelatihan keterampilan produksi masyarakat, pelatihan manajemen keuangan, pelatihan pelayanan konsumen pedagang pasir putih, media sosial KBA, pelatihan marketing online, pembinaan dan pembentukan koperasi.

“Pembentukan koperasi binaan Astra masih tahap persiapan. Akan dibentuk dalam waktu dekat. Kami masih mengurus Akta notaris dan lain-lain. Sembari administrasi berjalan, saat ini sudah bergulir dana bantuan untuk 20 Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM),” tutur Roni.

Per usaha diberi bantuan modal Rp 500 ribu sebagai support mengembangkan usahanya. Setiap bulan, UMKM penerima wajib menyampaikan laporan penggunaan dana. Dengan tujuan agar terpantau penggunaan, manfaat dan hasilnya.

Di Lempuing ini, lanjut Roni, sebenarnya banyak potensi pengolahan makanan home made. Ada pembuat emping melinjo, keripik pisang, kue kering perut punai, kue bay tat khas Bengkulu, hingga abon lele yang memanfaatkan sumber daya kampung ini sendiri.

“Selain belajar membuat laporan penggunaan dana modal, ada pelatihan-pelatihan pemasaran dan pengembangan UMKM yang diberikan kepada masyarakat,” tambah Roni.

Pilar Kesehatan

Cek kesehatan asam urat, gula darah dan kolesterol gratis di KBA Lempuing.
Cek kesehatan asam urat, gula darah dan kolesterol gratis di KBA Bengkulu. Foto: Komi Kendy

Menggerakaan pilar kesehatan di KBA Bengkulu juga sudah dilakukan. Pada beberapa kesempatan, ada kegiatan support pemberian makanan tambahan untuk balita, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah dalam rangka HUT Astra ke-61 dan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Setiap posyandu menerima bantuan timbangan digital dan timbangan baru. Ini bukan hanya untuk posyandu yang masuk binaan Astra saja. Tapi se-Kelurahan Lempuing. Semuanya ada tujuh posyandu,” kata Roni.

Senam sehat yang diikuti para perempuan KBA Lempuing dengan penuh semangat. Foto: Komi Kendy
Senam sehat yang diikuti para perempuan KBA Bengkulu dengan penuh semangat. Foto: Komi Kendy

Tak kalah penting, masyarakat digalakkan sadar akan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pada beberapa kegiatan, sosialisasi 10 PHBS rumah tangga disampaikan kepada masyarakat. Kesepuluh PHBS itu persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan.

Lalu pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, menimbang bayi dan balita secara berkala, cuci tangan dengan sabun dan air bersih, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, konsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik setiap hari, serta tidak merokok di dalam rumah.

Bangkitkan Optimisme

Rumah Suwardi alias Edi Nangko yang menerima bantuan Rumah Sehat pembuatan MCK. Foto: Komi Kendy
Rumah Suwardi alias Edi Nangko yang menerima bantuan Rumah Sehat pembuatan MCK. Foto: Komi Kendy

Selain kegiatan dalam bentuk kampanye dan sosialisasi, pilar kesehatan juga dilakukan dalam aksi nyata pembuatan toilet bagi warga kurang mampu yang tinggal di lingkungan KBA Bengkulu. Adalah keluarga Suwardi atau disapa Edi Nangko. Sehari-hari pria berusia 63 tahun ini berjualan buah Nangka kiloan di depan Hotel Bougenville.

Edi Nangko sudah bertahun-tahun menjadi warga Kelurahan Lempuing. Tadinya ia mengontrak sebuah rumah bedeng. Namun karena sempat menunggak pembayaran, ia sempat diusir pemilik kontrakan. “Menunggak 4 bulan karena harus bayar operasi mata,” tutur Edi Nangko saat ditemui di tempat tinggalnya.

Oleh Roni, Edi Nangko bersama keluarganya diperbolehkan menempati bangunan Pos Siskamling. Namun belum lama ditempati, pos tersebut  rencananya akan diperbaiki dan dimanfaatkan kembali sesuai fungsinya. “Kami diarahkan tinggal di sini sekarang. Walau banjir saat hujan dan hanya sepetak, saya sudah bersyukur,” ungkap Edi Nangko.

Sejujurnya, sepetak tanah yang ditempati Edi Nangko bersama istrinya, Tenwihuda (36 tahun), dan dua anak mereka Muhammad Al Fatih (3 tahun) serta Khainuna Mardiana (1,5 tahun) masih jauh dari kata layak. Bangunannya tak bisa dibilang rumah, karena hampir mirip dengan Pos Siskamling yang ditempati sebelumnya.

Ukurannya sekitar 7×5 meter saja, dengan satu ruangan. Beratap seng seadanya dan berlantai papan. Begitu pula dengan dindingnya. Bangunan itu sebenarnya sudah ditinggikan. Karena posisinya berada tepat di aliran air alias siring besar, saat hujan deras datang airnya meluap.

“Ya kalau kasur dan alas basah, sudah biasa. Mau bagaimana lagi daripada kami tak punya tempat tinggal,” ungkap Edi diamini istrinya.

Masa depan anak-anak di KBA Bengkulu mendapat suntikan semangat dari Astra Bengkulu untuk masa depan mereka. Foto: Komi Kendy
Masa depan anak-anak di KBA Bengkulu memerlukan dukungan dan semangat dari Astra Bengkulu untuk meraih masa depan  yang lebih baik. Foto: Komi Kendy

Bukan hanya soal banjir dan kondisi bangunan yang membuat miris. Ternyata mereka juga belum punya fasilitas Mandi Cuci Kaku (MCK) di rumahnya. Bisa dibayangkan sendiri bagaimana bisa mereka dengan dua balita beraktivitas di rumah tanpa memiliki prasarana vital itu.

Beruntungnya, program KBA Bengkulu juga fokus pada dukungan Rumah Sehat. Dengan menggunakan triplek, fasilitas MCK di rumah Edi akhirnya dibuatkan  secara gratis dan layak.

Selain itu juga, Edi juga mendapat dukungan modal senilai Rp 500 ribu dari program pilar kewirausahaan. “Saya benar-benar bersyukur daerah tinggal kami menjadi sasaran program Kampung Berseri Astra,” ungkap Edi.

Bantuan yang diberikan melalui program KBA bagi Edi merupakan suntikan optimisme baginya untuk bekerja lebih giat. Terutama untuk menghidupi keluarga.

Apalagi berkah program KBA bukan hanya diterimanya langsung dari Astra. Aktivitas rutin yang Astra grup lakukan di kawasan tempat tinggalnya juga membuka mata masyarakat Bengkulu lainnya. Bahwa masih ada saudara-saudara kita yang memerlukan dorongan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Gerakan kelompok masyarakat juga ikut bergerak bahu-membahu memberikan bantuan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan. Foto: Komi Kendy
Gerakan kelompok masyarakat juga ikut bergerak bahu-membahu memberikan bantuan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan. Edi dan keluarganya mendapat donasi melunasi tanah setelah mendapat bantuan dari Astra Bengkulu. Foto: Komi Kendy

Terbukti saat ini tanah yang ditempati oleh Edi dan keluarganya sudah menjadi miliknya sendiri. Para dermawan yang tahu kondisi Edi bahu-membahu mengumpulkan donasi. Rupiah pun terkumpul untuk membeli tanah seharga Rp 10 juta itu.

“Kalau sudah punya tanah sendiri, saya ada harapan untuk mendaftar bedah rumah kepada pemerintah. Karena syarat bedah rumah adalah memiliki sertifikat alias tanah milik sendiri,” tutup Edi.

Begitulah program KBA Astra di Bengkulu bisa membangkitkan asa dan harapan masyarakat untuk mendapatkan kesempatan memperbaiki kualitas hidup mereka menjadi lebih baik lagi.(**)

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Anugerah Pewarta Astra 2018

About the author

Komi Kendy

View all posts

10 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *